UNAIR dan UT Dorong Transformasi Pengelolaan Keuangan melalui Dana Abadi

Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Terbuka (UT) mendorong transformasi pengelolaan keuangan perguruan tinggi dari yang sekadar cash management atau pengelolaan kas operasional menuju wealth management melalui pengembangan dana abadi (endowment fund).
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam program Endowment Series yang diselenggarakan secara daring melalui live streaming youtube UT Radio. Diskusi tersebut membahas pentingnya pengelolaan kekayaan institusi secara jangka panjang untuk memperkuat keberlanjutan dan kemandirian perguruan tinggi. Perwakilan dari Universitas Airlangga adalah Dr. Wisudanto, SE., MM., CFP., ASPM selaku Ketua Pusat Pengelolaan Dana Sosial Universitas Airlangga (PUSPAS UNAIR) dan perwakilan dari Universitas Terbuka adalah Hendrawan Bayu Wicaksono, S.E., M.Ak selaku Staf Ahli Bidang Keuangan dan Akuntansi kantor Wakil Rektor Bidang Keuangan Sumber Daya dan Umum
Dalam diskusi, cash management dijelaskan sebagai pengelolaan yang berorientasi pada kebutuhan operasional dan likuiditas jangka pendek. Sementara itu, wealth management melalui dana abadi memiliki orientasi jangka panjang dengan membangun aset produktif sehingga kekayaan institusi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Dana abadi juga dipandang memiliki peran sebagai buffer atau bantalan finansial bagi perguruan tinggi, khususnya dalam menghadapi berbagai ketidakpastian. Keberadaan dana tersebut dapat mendukung pembiayaan berbagai kebutuhan strategis universitas, mulai dari beasiswa mahasiswa, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi seperti penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur.
Mengutip narasumber, transformasi pengelolaan keuangan tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat dengan empat pilar yang dapat menjadi fondasi, yakni kebijakan dan regulasi yang jelas, sistem informasi yang transparan, integritas sumber daya manusia, dan pengawasan dan evaluasi.
Aspek pengawasan juga mencakup proses audit, antara lain oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kantor akuntan publik. Mekanisme tersebut diperlukan untuk memastikan pengelolaan dana dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Manfaat pengelolaan dana abadi pada akhirnya bermuara untuk memberikan manfaat kepada mahasiswa. Dana yang dikelola secara berkelanjutan dapat digunakan untuk memperluas akses beasiswa sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan. Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu menjaga akses pendidikan tinggi yang terjangkau sekaligus berkualitas.
Diskusi Endowment Series juga menekankan perlunya perubahan pola pikir dalam pengelolaan keuangan perguruan tinggi. Universitas tidak hanya mengandalkan pendapatan rutin, termasuk dari mahasiswa, tetapi juga perlu membangun aset produktif yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Melalui pengelolaan dana abadi yang profesional dan akuntabel, perguruan tinggi diharapkan dapat membangun keberlanjutan finansial sekaligus meninggalkan legasi institusi yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat.
Penulis : Ainun




